juAn’s BLOG

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Surat Tak Berdasar

foto0732

Kumelangkah gontai menuju tempat parkir…. “Ana….” sapanya. Ku hanya tersenyum membalasnya. Fiuh ! napas berat kubuang. Tak biasanya dia menyapaku, aku bergumam.

Di rumah.

“Assalamualaikum…”

“Walaikumsalam, gimana An ujian terakhirmu ?” tanya ibu.

“Sukses Bu…. tinggal nunggu pengumaman.”. “jangan lupa tetap berdoa ya….Ibu pun tak putus-putus selalu mendoakan kesuksesanmu”, aku tersenyum. “Gi, buruan ganti seragammu, lalu makan siang.”

Brug ! kulemparkan tubuhku ke tempat tidur. Hore… ujian selesai ! sorakku. Setelah berganti pakaian aku pun siap tuk menge-pak buku-buku pelajaranku. Memilahnya, merapikan, dan menyimpannya dengan rapi, setelah 4 hari berserakan disana sini.

Setengah jam sudah aku berkutat dengan debu dan tumpukan buku, tiba-tiba mataku tertegun oleh sepucuk surat. Kubuka perlahan….. desiran getir hati ini memuncak.

~oOo~

An, maafkan aku… maaf aku tak bisa membalasnya. Maaf aku tak bisa memberimu apa-apa. Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih. Kau sungguh baik, aku tidak pernah menemui orang sepertimu. Tapi…….Ah ! Maaf An…. maafkan aku Ana……….”

Sakit ! Tiba-tiba ada dorongan kuat di dada ini. Tangisku meledak. Bodoh…..bodohnya aku ini………

“Ana coba pikir realita… ayo berfikir !!!” Sari mengguncang-guncangkan tubuhku.

“masih banyak yang lain….. lihat dia ! dia tak peduli denganmu, mengapa kamu harus peduli dengannya. Jangan kau siksa dirimu.”

Aku memang menaruh perhatian padanya, namun apa aku pernah langsung menyatakan padanya? TIDAK ! tidak pernah. Hanya sebatas teman-teman yang mengatakan padanya ketika melihat sebuah siratan perasaan itu di wajahku. Aku terus tersedu, hingga, “Ana…. makan siang !” suara ibu membuyarkan kilasan pahit itu.

“Iya..Bu….!” jawabku.

Hh ! Aku tidak peduli lagi dengan itu semua. Kuhentikan bayangan perasaan yang terus berkecamuk dalam hati dan pikiranku.

~oOo~

Ddddoorrrr ! Sari mengagetkanku. “Wow… cantik sekali. Ambil berkas aja pake dandan segala. Mau kondangan kemana….?”

Pppakk ! Sebuah pukulan mendarat di pundak Sari. “Kondangan ? biasa ja kali ya….. lha wong orang cuma pake rok aja kok dikira mau pergi kondangan.”

“Gak gitu-gitu amat sih… tapi suer deh ! Lu cantik banget !”

Aku hanya tersenyum. “Hahahahha….. masak ? kapan kamu ke sana ?” Khrisna berlalu sambil tertawa-tawa dengan asyiknya dengan Ida, sekilas tatapannya mengarah padaku, namun segera dibuangnya jauh-jauh.

“Bbbsstt…bbssttt ! Lu masih mikirin dia ?”, “nggak koq…nyantai ja”, “tau nggak sekarang Khrisna jalan ma siapa ?”, aku menggeleng. “Baru lagi cuy ! dia sekarang ma Ita ! bayangin bok !”, “Oh… ma Ita nak kelas 2 itu toh ? ckckckc……baru lagi, baru lagi.” Jawabku geleng-geleng. “Beda banget ya waktu dia kelas 1 dulu. Khrisna yang ramah, dan apa adanya. Gak kayak sekarang….. jaim, jutek !”, “Hus ! udah ah, ngapain kok kita jadi ngomongin orang, buruan ke TU-nya.”, “Nyok….mari non…”

~oOo~

Aku asyik terpaku melihat anak-anak bermain sepak bola. Tiba-tiba, “sendirian ?” Khrisna…desisku pelan. Aku hanya tersenyum. Terasa kaku kehadirannya. “Ehm, jadi nglanjutin ke Surabaya ?”, “Heem jadi. Aku pulang kampung. Kan aku asli sana.” Diam sejenak. Perasaan itu tiba-tiba muncul kembali. Kami terasa dekat setelah beberapa bulan berjauhan satu sama lain. Namun, “Khris… gimana nanti jadi les ke Pak Soni ?” Ida menghampiri kami berdua. “Jadi, gimana Tuti dia juga bisa kan ?” jawab Khrisna sambil berlalu meninggalkanku. Sendiri, tanpa sepatah kata apapun. Dia pun tak menatap mata lawan bicaranya, layaknya orang berbicara. Dingin.

Sejak dia pindah ke kelas itu, aku pun turut senang. Dia tak lagi terkontaminasi oleh anak-anak bengal di kelas lamanya. Ida sahabat baikku, dia selalu datang padaku dengan kekesalannya. Kekesalannya dengan sifat Khrisna yang kekanak-kanakan. Ya, itulah sifat Khrisna pada awalnya, kekanak-kanakan, ingin diperhatikan. Namun dia tetap menjadi dirinya sendiri.

Waktu pun terus bergulir. Perubahan itu tampak. Dia menjadi sok dewasa, ingin diakui, ia juga ingin membuktikan pada teman-temannya, bahwa dia bisa seperti mereka. Dibalik perubahannya, dia belum siap dengan itu semua. Dia masih dalam proses pencarian jati diri. Dia ingin diakui, diperhatikan. Pernah kudapati Ida dan Khrisna bersama. Mereka sangat intim. Bertengkar bersama, tertawa bersama, terlibat pembicaraan yang serius. Mereka cocok, pikirku. Pikirku, yang berusaha menutupi kekalutan hati.

Akhirnya tak terbendung. Jatuh juga air mata ini. Sebagai sahabat, aku tak keberatan dengan itu semua. Hm, dasar manusia, tetap tak bisa membohongi hatinya sendiri. Sakit. Sakit.

~oOo~

“Ana, Ibu doakan kamu dapat diterima di UGM ya…. kami semua mendukungmu.”

“Benar Ana, kami semua mengharapkan kamu dapat diterima di sana, membawa nama baik sekolahan kita.”

“Amien….Amien. Amien Bu…. terima kasih atas semua doa dan dukungannya. Sekarang kita hanya bisa berdoa, Tuhan yang menentukan.”

“Iya….Ibu juga berharap kamu dapat yang terbaik.”, “Semoga kamu dapat pacar di sana… hehehhe” Bu Ayu menggodaku. Aku hanya tersenyum tersipu.

Sepanjang perjalanan pulang aku termenung. Semua kudapatkan, prestasi, kepercayaan, sahabat, keluarga bahagia, kecuali satu sebuah cinta masa putih abu-abu. Aku tersenyum getir. Cinta ? Aku tak sepandai teman-temanku dalam bergaul. Apalagi dengan seorang laki-laki. Hingga saat itu datang. Dia menawarkan sesuatu yang lebih. Sama-sama dalam sebuah kepolosan, namun indah dan bermakna. Kini semua tinggal kenangan.

Hhhhh… aku hanya menghela napas. Inilah aku, pikirku. Aku mendongakkan kepala. Terlihat pintu gerbang rumahku.

“Mas Surya ?” Aku kaget bercampur senang.

“Gimana dik kabarnya ? baik ?”

“Baik mas… mana mbak Dina ?” kepalaku celingak-celinguk mencari.

“Dia ndak ikut, di rumah. Coba tebak kenapa ?” Aku menggeleng. “Bentar lagi kamu jadi tante.”. Aku terbelalak. “Wah… Selamat ya mas Surya….”

“Sudah-sudah… sana ganti baju dulu. Nanti diteruskan lagi ceritanya.” Ibu menghampiri kami dengan setoples kastengel dan teh jasmine di nampan. Aku pun bergegas pergi ke kamar, ganti baju, dan segera berbaur dengan keluargaku.

~oOo~

“Hati-hati Ya….”, “Jangan lupa ke sini lagi sama mbak Dina…..” Aku dan Ibu melambaikan tangan mengantar kepulangan Mas Surya.

“Nggak nyangka ya An, mereka bisa bersatu seperti sekarang. Sejak SMA mereka sudah berjodoh.”

“Iya Bu….mereka serasi, cocok sekali, sebuah keluarga idaman”, Ibu mengangguk.

“Dah malam, segera tidur dan istirahat ya.” Ibu mengecup keningku.

Dalam pembaringan, suara-suara itu kembali bergema. Ana coba pikir realita… ayo berfikir !!! masih banyak yang lain….. lihat dia ! dia tak peduli denganmu, mengapa kamu harus peduli dengannya. Jangan kau siksa dirimu………….”

“tau nggak sekarang Khrisna jalan ma siapa……….”

“kami semua mengharapkan kamu dapat diterima di sana, membawa nama baik sekolahan kita…………..”

“Sejak SMA mereka sudah berjodoh……………”

Kuambil bantal, kututupi wajahku. Aku berteriak sekuat-kuatnya. Air mataku deras mengucur….. Sakit. Kenapa ? Aku ini kenapa ?

Sayup doa malam mulai menghilang, digantikan jengkerik dan kesunyian yang senyap, tanda malam semakin larut. Aku yang masih meringkuk di bawah selimut, kedinginan. Mataku sembab oleh air mata. Kaku. Membatu.

Entah kekuatan apa yang mendorongku. Aku bangkit, menyalakan lampu belajar. Tangan ini mengambil secarik kertas. Pulpen ini tiba-tiba mulai menari. Menggoreskan barisan tulisan ungkapan hati, menumpahkan segala sakit yang terus membayangiku.

25 Maret 2011-Hari ini aku tahu akan satu hal, yaitu percuma aku menggantungkan sebuah perasaan tak mendasar dan tak menentu. Semua sia-sia seiring berjalannya waktu. Kenyataan itu sudah di depan mataku berulang-ulang. Namun, mata hatiku senantiasa dibutakan oleh sebuah pengharapan. Pengharapan akan pembalasan sebuah perasaan yang mungkin disebut “cinta”. Huh ! Bedebah dengan itu semua.

Bukankah engkau hanya menjadi pijakannya sesaat ? bukankah engkau hanya dijadikan pelariannya saat dia belum atau sedang mencari mangsa baru ? Bukankah ia hanya menganggapmu sebagai teman ?

Percuma engkau meneteskan air mata untuknya…. percuma kau buang waktu kosongmu untuk menghadirkannya dalam lamunanmu..

Hhhhfff……

Engkau memang tak pernah mengukapkan perasaanmu secara langsung. Tapi sorot mata, tingkah laku dan ucapanmu menyiratkan isi hatimu. Sebuah perasaan lama yang tak mendasar… Mungkin bagi orang lain itu hanya lelucon, sebuah guyonan yang tak berarti. Tapi, lihat ! Engkau menanggapinya dengan berlebihan. Dan tumbuhlah sebuah harapan itu. Harapan yang dibangun di atas kerapuhan sebuah perasaan.

Dia pernah berkata padamu… bahwa kau adalah seorang yang sangat lebih, sehingga tak pantas dia menjadi “teman spesialmu”. Oke ! Engkau menerimanya…dan perlahan berusaha menghapus perasaan itu. Dia pun begitu…dengan segala kelebihannya, dia berusaha mencari teman kesendiriannya.

Di saat dia terluka, atau bahkan sendiri… dia juga tak segan berbagi dengamu. Sehingga engkau semakin sulit menghilangkan perasaan itu. Hm ! Namun….

Dia berubah…!! Semakin ganas mencari seseorang yang benar-benar dapat menemaninya dalam kesendirian. Dia semakin gencar dalam upaya menemukan jati dirinya sendiri. Dan engkau tahu ! Bahkan teman dekatmu akhirnya bertekuk lutut oleh pikatan manisnya.

Engkau kembali meneteskan air mata percumamu itu ! Engkau sakit hati, ternyata teman dekatmu yang dulu pernah “mendukungmu”, sekarang “menusukmu” dengan menjadi “teman spesialnya” hhhhmmmm……

Please ! Sadar..! Dia tak sedikitpun memandangmu. Dia asyik menggembara mencari srikandi-srikandinya. Srikandi yang dapat menerimanya sebagai seorang Arjuna.

Lepas….Hilangkanlah ! Tak ada gunanya kau memikirkannya ! Apa untungnya ? Toh dia sudah menempuh jalan yang dia pilih. Pandang ke depan ! masih banyak yang harus kau raih di depan sana…

Cita, Angan, impian, Masa depan, kebahagiaan…. Masih banyak yang lebih baik daripada dia ! Come On ! Sadar ! Ayo !

Semoga ini menjadi yang terakhir aku mengucapkan, “Aku lepas dia….Aku kubur dia, Aku tahu ada yang lebih baik dari dia. Tuhan sudah mempersiapkan yang lain…” Semoga tak ada air mata Sia-sia yang menetes, semoga bayangan akan sosoknya segera menghilang. Dan dengan setulus hati dapat menjadi temannya ! Tak lain ! Tak Lebih ! Dan tak kurang……

Catatan Akhir Sekolah, dengan segala kelebihan dan kekuranganku…… Hanya sebuah tulisan tak lebih. Hanya sebuah coretan tak lebih. Aku hanya menulis tak lebih…tak mengharap apapun !Aku tahu ini semua akan terhapus dengan segera. Aku pun tak peduli dianggap apa….. Ini hanya sekedar coretan di atas debu yang akan hilang dengan segera diterpa angin. Sebuah Surat tak berdasar, ditulis di atas pikiran, bukan sebuah perasaan.

~oOo~

Kicau burung membangunkan tidurku. Ternyata aku tertidur di meja belajar semalam. Tersisa air mata yang mengering di sebuah tulisan di atas kertas. Surat tak berdasar gumamku. Tak ada dasar aku menulisnya. Itu hanya luapan, saking lamanya aku membendungnya. Tak ada dasar untuk menyimpannya. Tak ada dasar tuk kembali memikirkannya. Kurobek-robek kertas itu dan membuangnya.

Aku bangkit dan membuka jendela. Kuhirup udara pagi yang sejuk. Kulihat sinar matahari yang mulai merayap di sela dedaunan. Aku tersenyum. Aku percaya aku akan dapat lebih dari itu semua. Masa depan yang menjajikan telah datang. Aku harus segera menyambutnya. Aku tak boleh terpaku oleh sebuah perasaan yang meragu dan tak tentu.

Biarlah itu semua menjadi kenangan yang kan terekam dalam jejak hidupku. Biarlah itu semua menjadi sebuah bagian dari cerita abu-abuku. Sebuah Cinta Monyet. Polos, namun bermakna. ;)

“Vegas (XII-IA 2) Concer”

Pare, 25 November 2010 merupakan moment penting untuk kelas XII-IA 2 SMANSA Pare. Di hari inilah, Vegas ( Julukan XII-IA2) mengadakan konser mini, yang bertajuk “Vegas Concer”. Kegiatan ini tak lain, dan tak bukan merupakan salah satu penilaian tugas Seni Musik di SMANSA.

Dalam konser ini, terdiri dari 5 kelompok, yang masing-masing akan membawakan satu buah lagu Mancanegara. Dari kelompok 1 menampilkan “Kiss Me” (Avriel L.), kelompok 2 menampilkan “I Have a Dream” (Westlife), kelompok 3 menampilkan “My Heart Will Go on” (Celline Dion), Kelompok 4 menampilkan  “The Day You When Away” (M2M), dan kelompok 5 menampilkan “Trouble is a Friend” (Lenka”.

Semua kelompok menampilkan penampilan terbaik mereka. Lagu yang mereka bawakan pun sudah diaransemen sedekimian rupa, sehingga memberi warna baru dalam penampilan konser tersebut.

Dan akhirnya keluar sebagai wakil dari Vegas di Dies Natalis SMANSA, yaitu kelompok 3. Kelompok yang digawangi Novan (Gitaris), Fiqqi (Keyboard), Santi&Tria (Recorder), Irsyad (perkusi), Anju, Tina dan Laili (vokal) akan bertanding kembali dengan kelas dan jenjang lainnya Januari mendatang. Bravo VEGAS !!

KIR IPB 2010

PROTEIN 2010 :

“Beribu Kenangan di Kota Hujan…”

new

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya “Diet Seimbang untuk Peningkatan Kebugaran dan Kecerdasan” Fakultas Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Nutrition Fair 2010. Nutrition fair 2010 adalah sebuah rangkaian acara yang terdiri dari:

-LIPID (Lomba Iklan dan Poster Diet)

-EDEX (Education Expo)

-NUTREX (Nutrition EXPO Oktober 2010)

-CARBOHYDRATE (Cooking Competition Traditional Food)

-PROTEIN (Paper Competition for Student)

Dari rangkaian acara tersebut SMA Negeri 1 Pare ikut berpartisipasi dalam acara PROTEIN yang diperuntukkan siswa SMA/SMK sederajat se-Indonesia. Dengan wakil Primarizka Ayunda W. (XII-IA1), Adelia Anju A. (XII-IA2), dan Qori Nurhalida ( XII-IA1).

Tema yang diberikan adalah “Sarapan dan Hasil Belajar”. Saat kami menerima edaran tersebut, kami cukup terkejut karena waktu yang kita punya sangat sedikit. Belum lagi kami masih bingung dan berselisih pendapat mengenai judul atau pokok bahasan yang akan kami ambil. Namun, setelah berkonsultasi dengan pembimbing kami, yaitu Bu Ambar Wulan, maka judul yang kami angkat adalah “Persepsi Siswa Kelas XI-IA 1 SMA Negeri 1 Pare Tahun 2010 Tentang Sarapan dan Hasil Belajar”.

Pengumpulan karya tulis terakhir tanggal 20 September, padahal tanggal 6-18 September adalah libur hari raya Idul Fitri. Jadi, dalam proses pengambilan data dan penulisan karya tulis kami lakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebelum libur hari raya, yaitu sekitar tanggal 28-29 Agustus dan tahap kedua setelah hari raya yaitu, tanggal 15-18 September. Setelah semua selesai kemudian naskah dikirim via pos dan menunggu pengumuman 10 finalis. Namun, kami mendapat konfirmasi bahwa pengumuman diundur tanggal 6 Oktober dengan 7 finalis.

Hari yang kami tunggu-tunggu tiba, hasil pengumuman dapat dilihat di website yang ada. Ternyata SMA Negeri 1 Pare tidak masuk 7 nominasi yang ada. Kami kecewa, namun ya sudahlah mungkin belum rezeki kami. Waktu berjalan terus, kami kembali konsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

Pada suatu ketika, tanggal 8 Oktober kami mendapat konfirmasi dari IPB yang berbunyi, “Maaf SMA 1 Pare kapan tiba di Bogor ? dan apakah sudah mendapatkan rekomendasi penginapan ?”. Tentu kami bingung mendapatkan pertanyaan seperti itu. Kami dan pembimbing mengonfirmasi hal tersebut ke panitia via telepon. Tak disangka-sangka, ternyata tim SMANSA masuk 7 besar finalis beserta 6 finalis lainnya, yaitu SMA Negeri 1 Klaten, SMA 9 Bogor sebanyak 2 tim, SMA Regina Pacis Bogor, SMA Negeri 1 Gresik dan SMA Muhammadiyah Gresik. Ternyata saat itu website yang seharusnya kami kunjungi sudah berganti alamat.

Presentasi dilaksanakan tanggal 15 Oktober, jadi kita mempunyai 4 hari untuk membuat presentasi karya tulis dalam bentuk Mis. Point dan yel-yel. Dan akhirnya hari Rabu, 13 Oktober kami berempat berangkat ke Bogor walaupun pada awal mulanya sempat terkendala oleh biaya.

Kami tiba di Stasiun Jatinegara kurang lebih pukul 6 pagi, beristirahat sebentar di kediaman saudara Qori di Jakarta kemudian berangkat lagi menuju Rektorat Kampus IPB di Darmaga. Sekitar pukul 10 pagi kami sampai di rektorat kampus dan langsung bertemu dengan panitia untuk check in di Asrama Internasional yang disediakan oleh panitia di dalam kampus IPB. Tak mau menyia-nyiakan waktu yang ada, setelah membereskan barang bawaan dan membersihkan badan. Kami berempat naik angkot menuju ke Kebun Raya Bogor. Dan malam harinya, kami mengadakan gladi bersih untuk persiapan presentasi esok harinya.

Pukul 7 pagi kami dijemput oleh panitia menuju gedung FEMA (Fakultas Ekologi Manusia) untuk presentasi. SMA 1 Pare mendapatkan urutan ke-2. Tim juri terdiri dari Dr. Ir. Ikeu Ekayanti, M.Kes. ; Dr. Drh. Rizal Damanik, M.Reo.Sc ; Leily Amalia, S.TP. M,Si. yang mana beliau-beliau adalah dosen yang berpengalaman di Departemen Gizi Masyarakat FEMA dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Hal ini cukup membuat jantung berdebar-debar karena diketahui bahwa Bapak Rizal Damanik merupakan dosen terbaik ke-2 se-Indonesia tahun 2010.

Hal yang paling tidak bisa kami lupakan adalah saat sesi diskusi atau tanya jawab dengan tim juri. Kami mendapatkan 2 jempol sekaligus dari dewan juri bahwa regu kami benar-benar menguasai materi. Serta kami hanya mendapat sedikit pertanyaan maupun kritik mengenai karya tulis kami, tidak seperti peserta lain yang mendapat cukup banyak kritik. Selain itu, baik juri maupun audiens terkesima akan yel-yel yang kami bawakan.

Setelah seharian mengikuti rangkaian acara yang cukup padat, pada sore harinya kami berkesempatan pergi ke Botani Square di pusat kota Bogor bersama beberapa mahasiswa IPB. Dan malamnya kami beramah tamah dengan kakak-kakak KAMAJAYA (Keluarga Mahasiswa Jayabaya) yang mana KAMAJAYA adalah suatu komunitas mahasiswa IPB yang berasal dari Kediri.

Esok harinya tanggal 16 Oktober, pukul 7 pagi kami sudah dijemput oleh panitia untuk menuju Gedung LIPI Bogor guna mengikuti seminar gizi nasional yang diikuti oleh ILMAGI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia), seperti Fakultas gizi IPB, UGM, UHAMKA, UI, UNDIP, Universitas Hasanuddin, dsb. Selain itu ada pula Education maupun Nutrition Expo dan pengumuman pemenang LIPID, CARBOHYDRATE, dan PROTEIN.

Seminar tersebut dibuka oleh tarian Saman dari Aceh. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi seminar. Sesi pertama materi dengan judul “Konsentrasi dan Gizi Seimbang” oleh Iskari Ngadiarti, MSc dan sesi kedua dengan judul “Gizi Stamina” oleh dr. Mustafa Kamal, Sp. KO. Hal yang menarik lainnya adalah bintang tamu yang dihadirkan adalah Hanif seorang anak berusia 13 tahun yang terpilih dari sekian banyak anak dalam sebuah Summer Camp untuk mengikuti pelatihan di Stadion Old Trafford (MU), England.

Saat yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu pengumuman para pemenang. Ternyata Tuhan berkehendak lain, SMA Negeri 1 Pare belum keluar sebagai pemenang. Juara 1 diraih oleh SMA Negeri 1 Klaten dengan judul KIR “Prestasi Optimal dengan Sarapan Ideal”, juara 2 diraih oleh SMA Negeri 9 Bogor tim kedua dengan judul “Pengaruh Sarapan Pagi terhadap Pencapaian Prestasi Siswa SMAN 9 Bogor” dan juara ketiga diraih oleh SMA Regina Pacis Bogor dengan judul KIR “Pengaruh Sarapan terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di Sekolah”. Expresi kekecewaan jelas tergambar dalam wajah kami. Namun, tak lama menghilang seiring senyum ketegaran dari peserta lain.

Kekecewaan kami sedikit terobati setelah berkeliling kota Jakarta dengan gedung pencakar langitnya. Esok sore, Bangunkarta melesat dengan cepat membawa pulang kami ke Pare, meninggalkan beribu kenangan di kota hujan.Walaupun tanpa kemenangan, hanya sebatas finalis sudah cukup membuat kami bangga. Banyak pelajaran yang dipetik dari sana dan sebuah pengalaman berharga yang terekam manis dalam jejak langkah hidup kami.(By:JuAn)


Kamu Udah Siap Pacaran atau Blom ??

Pare Kota Adipura

dsc00135

Teman, tahukah kalian kota Pare ?? waduh kebangetan ya, kalau kalian yang berdomisili di Kab. Kediri nggak tahu kota Pare. Yups, kota Pare merupakan salah satu kota yang berada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kota Pare merupakan kota terbesar di Kabupaten Kediri. Mudah saja kita untuk menjangkaunya. Kota Pare dari Kediri berjarak 24 km. Serta mudah diakses dari beberapa kota besar lainnya.

Kota Pare konon berasal dari kata Palerenan, yang berarti tempat istirahat. Kota Pare kini telah menjadi kota yang cukup lengak dan besar di Kabupaten Kediri. Udara di Kota Pare cukup bersih dan sejuk, namun akhir-akhir ini kalau siang hari polusi cukup mengganggu di kota Pare. Tempatnya strategis, jauh dari gunung berapi, laut, hutan, pabrik, dsb. He..he…….tapi lumayan dekat dengan gunung Kelud. Alhamdulillah sampai saat ini, kota Pare belum menjadi sasaran kemarahan Gunung Kelud. Kota ini cukup tenang, tak terlalu padat dan penat, seperti di Kota Kediri, Surabaya, lebih-lebih Jakarta. Trus Pare juga cukup aman, tingkat kejahatan di sini relatif kecil. Jadi nyamanlah tinggal di kota ini.

annur

Di kota Pare masih terdapat hamparan sawah hijau yang tergelar luas. Pepohonan sepanjang kota menghijaukan kota kecil ini. Di kota Pare ini terdapat Masjid Agung An-Nur, yang arsitekturnya cukup mengagumkan, besar dan unik. Untuk mencapai obyek wisata yang terkenal di Kabupaten Kediri, seperti : Gunung Kelud, Candi Tegowangi, Candi Surowono, Watu Gajah, Simpang Lima Gumul,dsb. cukup mudah dan dekat. Perumahan-perumahan juga mewarnai kota Pare, seperti Perumahan Puncak Jaya, Perumahan Kaca Piring, Perumahan Bumi Kiki Permai, Perumahan Griya Tamrin Indah, dsb.

Kota Pare disebut sebagai kota Adipura, karena Kota Pare telah menerima penghargaan sebagai kota terbersih, yang penghargaannya sekarang berdiri kokoh di alun-alun kota Pare. Oh, ya di alun-alun kota Pare sudah dilengkapi free hotspot loh…..jadi kita bebas menjelajahi dunia maya di sana.

sman-1-pare

Di kota Pare terdapat 2 SMA Negeri terbaik, yaitu SMAN 1 dan SMAN 2 Pare yang telah banyak mengukir dan menorehkan ratusan prestasi di berbagai ajang perlombaan dan kegiatan. Ada juga SMP 2 Pare, yang telah SBI. Selain itu juga terdapat MAHESA Institute, STIKES Karya Husada, STIKES Pamenang, STIKES Bhakti Mulia, beberapa SMK , MAN, beberapa sekolah swasta lainnya.

Kota Pare ditunjang dengan tempat-tempat penting yang cukup lengkap, seperti : Hotel Kediri, Hotel Surya Kediri, Kepolisian Resor Kabupaten Kediri, Pasar Pamenang, Indomaret Swalayan, Alfamart, Dinasti dan Berdikari Swalayan, Lapangan Candha Birawa, Terminal kota Pare ( mau ditutup ), RSUD Pelem, RS HVA, RS bersalin Kasih Bunda, RS Amelia, Tri Jaya Motor, Aries Putra Motor, 45 Motor Primagama, Best, CEL, BNI, BRI, Asuransi Bumi Putera, Kantor Pos, Telkom, PLN, Perpustakaan Umum Mastrip, Sanggar Budaya, Makodim 08/09, Kharisma FM, Sigma FM, Sumber Listrik elektronik, dsb.

Untuk belanja baju-baju berkualitas tak perlu khawatir, ada Bandung Sport, Laris, Mahkota Bandung, Blurr Garmen, serta garmen-garmen kecil dan berkualitas lainnya. Untuk kecantikan, ada Errubi salon, Lucky salon, Hans Salon, Hindra Salon, yang top-top. Trus yang mau wisata kuliner Pare cukup menjanjikan, seperti Dua-dua Restoran, Quick Chicken, Top Fried Chicken, Amazing, Bakso rusuk, Bakso kikil, Olivia Cake & Bakery, Arjuna Cake & Bakery, Ayam Panggang Bu Endang, Setia Rasa, Sate Kambing Pasar Lawas, Gado-gado depan Pancaran, Ma’ Uncu masakan Padang, Van Java Ice Cream, Tahu dan susu segar KIET, dsb.

Untuk berenang, Pare menyediakan beberapa kolam renangnya, seperti : Kolam Renang Al-Fill, Chanda Birawa, Plongko Indah, Pelem Indah, Bendo Permai, Bramasta, dsb. Untuk game kita bisa ke Pare Center.

Nah, teman itulah sedikit gambaran tentang kota Pare. Kapan-kapan mainlah ke kotaku ini ya lebih-lebih kalau mau berdomisili di sini…hehehe………sampai jumpa.

E-Learning SMANSA~ku

elearning

Read the rest of this entry »

Serba-serbi Tik di SMANSAku

100_2287

Read the rest of this entry »